Menurutnya, keterlibatan anak anak istimewa dan penyintas kanker menjadi pesan kuat bahwa ruang publik harus ramah untuk semua.
Kolaborun sekaligus menjadi penutup Car Free Day terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan.
Rudy memastikan kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan.
Selain mempererat solidaritas warga, ia menekankan pentingnya komitmen menjaga dan menghijaukan Kabupaten Bogor.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Beberapa datang dari luar kota.
Ami, peserta asal Cirendeu, Lebak Bulus, Jakarta, mengaku mengetahui informasi acara dari media sosial.
Ia menyebut rute yang teduh dan udara yang relatif sejuk membuat pengalaman berlari terasa menyenangkan.
Peserta lain, Olin, tertarik karena selain berolahraga, ia juga mendapat benih pohon gratis.
Menurutnya, hal itu memberi pengalaman baru. Lari dapat, kontribusi untuk penghijauan juga ikut dibawa pulang.
Dukungan datang dari perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kabupaten Bogor, Restu.
Ia menilai Kolaborun menjadi contoh kegiatan olahraga masyarakat yang inklusif karena benar benar melibatkan penyandang disabilitas dalam satu panggung yang sama.
Kolaborun menunjukkan satu hal sederhana namun penting.
Ruang publik akan terasa hidup ketika semua orang merasa punya tempat di dalamnya.
Di tengah rutinitas dan hiruk pikuk kota penyangga ibu kota, inisiatif mahasiswa ini memberi pengingat bahwa kebersamaan tidak harus rumit.





