“Semua lapisan masyarakat Kota Bogor harus optimis atas penilaian ini, karena sejak awal kita telah melaksanakan ikhtiar. Semua perangkat daerah telah mempersiapkan diri secara maksimal terkait sembilan tatanan,” ujarnya.
Ketua Tim Penilai, Ely Setiyawati, menjelaskan bahwa penilaian didasarkan pada implementasi sembilan tatanan. Mulai dari masyarakat sehat dan mandiri, pendidikan, kebencanaan, hingga aspek lainnya dalam mewujudkan Kota Bogor yang sehat, dengan masyarakat dan lingkungan yang sehat, produktif, serta sejahtera.
Tim penilai, lanjut Ely, terdiri dari lintas sektor. Sebab berbicara tentang sehat berarti berbicara lintas sektor dan lintas program, yang menilai sembilan tatanan dengan 136 indikator.
“Mewujudkan kota yang sehat tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga melibatkan pihak lain sesuai teori pentahelix. Swasta, akademisi, hingga media memiliki peran penting, khususnya dalam memberikan informasi positif untuk meyakinkan masyarakat bahwa kita bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 yang sehat,” tutur Ely.






