“Ini langkah awal sebelum 21 OPD pindah ke sini. Kami ingin kawasan Katulampa tumbuh menjadi pusat pemerintahan sekaligus pendorong ekonomi Bogor Timur,” ujar Dedie optimistis.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk menyelaraskan pembangunan jalan sepanjang sekitar 450 meter yang melintasi kawasan milik SEG dan KTP.
“Kita sinkronkan dulu jalur akses dari SEG ke Bogor Raya City. Daripada alat berat diam, kita gunakan untuk clearing area agar titik jalan bisa segera ditetapkan,” tutur Esti.
Esti menambahkan, tahun depan Pemkot Bogor akan mulai mematangkan lahan untuk pembangunan lapangan, masjid, gedung serbaguna, dan kantor pelayanan perizinan DPMPTSP.
Namun, fokus utama tahun depan tetap pada Detailed Engineering Design (DED) dan kelanjutan proses land clearing, disesuaikan dengan prioritas pembangunan lain seperti proyek R3 tembus Tajur yang diharapkan bisa mengurai kemacetan.
“Pembangunan sarana olahraga dan masjid mungkin belum tahun depan, tapi lahannya mulai kita siapkan dari sekarang,” pungkasnya.
Dengan dimulainya proses land clearing ini, wajah baru Kota Bogor perlahan mulai terbentuk.
Kawasan Katulampa bersiap menjadi pusat pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan menjadi simbol pemerataan pembangunan di wilayah timur kota hujan tersebut.



