Dari situ, Anda bisa menemukan celah untuk tampil beda. Mungkin lewat variasi menu, konsep penyajian, atau pelayanan ekstra yang menyenangkan.

3. Setiap Rupiah Harus Dihitung
Bicara bisnis, berarti bicara angka. Susun rencana pengeluaran serinci mungkin. Berikut contoh estimasi modal awal untuk memulai angkringan kecil:
– Gerobak atau meja lipat: Rp 1.500.000
– Peralatan masak: Rp 500.000
– Bahan baku awal: Rp 300.000
– Perlengkapan penyajian: Rp 200.000
– Dana operasional awal: Rp 300.000
Total: Rp 2.800.000
Dengan nominal tersebut, Anda sudah bisa memulai usaha kuliner sederhana namun potensial. Pastikan setiap pengeluaran dicatat meski sekecil apapun.
4. Lokasi Menentukan Prestasi
Pilih lokasi dengan mobilitas tinggi—dekat kampus, kantor, atau pusat kegiatan warga. Visibilitas menjadi kunci. Semakin mudah ditemukan, semakin tinggi peluang dikunjungi.
5. Andalkan Rasa, Jaga Kualitas
Dalam kuliner, rasa adalah segalanya. Gunakan bahan baku segar, jaga kebersihan dapur dan peralatan, serta jangan ragu meminta feedback pelanggan. Dari sanalah kualitas bisa terus diasah.
6. Promosi Cerdas Lewat Media Sosial
Instagram dan WhatsApp bisa jadi etalase digital Anda. Unggah foto makanan yang menggoda selera, ceritakan proses memasaknya, dan jangan lupa cantumkan lokasi serta jam buka. Media sosial adalah jembatan antara produk Anda dan pelanggan yang belum mengenal.






