INFOLADISHA – Musim hujan kerap membuat pemilik sepeda motor berpikir dua kali untuk mencuci kendaraannya.
Rasanya percuma, baru saja bersih, keesokan harinya motor kembali basah kuyup terguyur hujan.
Tak sedikit akhirnya memilih membiarkan motor kotor berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Padahal, kebiasaan menunda mencuci motor setelah terkena hujan bisa menimbulkan berbagai masalah serius.
Air hujan bukan sekadar air biasa, tetapi membawa kotoran, lumpur, hingga zat asam yang berisiko merusak komponen motor secara perlahan.
Berikut sejumlah dampak yang patut diwaspadai.
Karat Mengintai Komponen Logam
Banyak bagian penting motor terbuat dari logam, mulai dari mesin, rantai, hingga suspensi.
Paparan air hujan yang dibiarkan menempel lama dapat memicu korosi.
Karat pada rantai membuatnya kering dan rentan putus, sementara suspensi bisa menjadi kaku dan menimbulkan bunyi berdecit yang mengganggu kenyamanan berkendara.
Tampilan Motor Jadi Kusam
Air hujan sering meninggalkan noda atau water spot pada bodi motor.
Jika jarang dibersihkan, noda ini bisa berubah menjadi bercak membandel dan membuat warna motor menguning.
Mika lampu pun ikut terdampak, sehingga cahaya lampu berkurang dan jarak pandang saat malam hari menjadi tidak optimal.
Rem Tidak Lagi Pakem
Lumpur dan pasir yang terbawa air hujan dapat menempel pada kampas rem.





