INFOLADISHA – Seekor macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, dipastikan masih berusia remaja.
Satwa liar itu kini dalam penanganan petugas sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.
Polisi Hutan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I Jawa Barat, Dani Hamdani, menyebut usia macan tutul tersebut sekitar 4 tahun.
Dalam kondisi liar, spesies bernama latin Panthera pardus itu dapat hidup hingga 12 sampai 15 tahun.
“Usianya masih remaja, sekitar 4 tahun,” kata Dani, belum lama ini.
Menurut dia, macan tutul yang ditemukan di Cisarua berbeda dengan macan kumbang yang kerap muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Satwa ini berasal dari wilayah jelajah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang memang menjadi habitat alaminya.
Daya jelajah macan tutul disebut sangat luas. Dalam satu hari, hewan ini bisa menempuh jarak hingga 100 kilometer untuk mencari makan.
Wilayah pergerakannya mencakup Cisarua, Megamendung, hingga kawasan Sukabumi dan Cianjur.
Kemunculannya di permukiman warga bukan tanpa sebab.
Dani menjelaskan, macan tutul biasanya mendekati area manusia saat mencari mangsa seperti ayam hutan, kelinci, atau kancil.
“Bukan berarti sering, tapi memang ada potensi konflik karena mereka mencari makan,” ujarnya.





