Macan tutul tersebut sebelumnya sempat diobservasi di Taman Safari Indonesia Puncak untuk memastikan kondisinya.
Setelah dinyatakan layak, satwa itu akan segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya di TNGGP.
Petugas menilai pelepasliaran perlu dilakukan secepatnya agar naluri liarnya tetap terjaga.
Jika terlalu lama berada di lingkungan manusia, macan tutul dikhawatirkan menjadi jinak dan kehilangan kemampuan bertahan di alam.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan konflik satwa liar masih mengutamakan pengembalian ke ekosistem asal, bukan penangkaran permanen.





