• Bahan baku: ayam, bumbu, tusuk sate, arang, dll. Perkiraan: Rp5 juta/bulan.
• Peralatan dapur: pemanggang, pisau, wajan, dsb. Sekali beli: Rp3 juta.
• Sewa tempat: tergantung lokasi, estimasi Rp2 juta/bulan.

• Promosi: spanduk, iklan medsos, dll. Sekitar Rp1 juta.
Total modal awal? Kurang lebih Rp11 juta. Tapi ini bisa lebih murah atau mahal tergantung skala dan lokasi usaha kamu.
4. Pilih Lokasi yang Strategis
Lokasi usaha sangat menentukan. Pilih tempat yang ramai dan dekat target pasar. Misalnya, dekat kampus kalau targetmu mahasiswa, atau di area perkantoran kalau sasarannya pekerja kantoran.
Seperti Budi, dia sengaja buka di sekitar kampus karena mahasiswa butuh makanan enak, cepat, dan harga terjangkau.
5. Pastikan Sumber Bahan Baku Terjamin
Kunci usaha kuliner itu di kualitas bahan baku. Pastikan kamu punya supplier yang bisa menyediakan bahan segar dengan harga kompetitif.
Budi bekerja sama dengan peternak ayam lokal supaya stok ayam selalu segar, plus beli rempah dari supplier langganan yang sudah terkenal kualitasnya.
6. Susun Strategi Pemasaran yang Kekinian
Era digital menuntut kamu aktif promosi. Gunakan media sosial, platform delivery online, atau promo menarik biar cepat dikenal.
Budi, contohnya, rutin update Instagram dan Facebook. Dia juga kasih promo 10% di pembelian pertama via aplikasi delivery, hasilnya banyak pelanggan baru yang datang!





