Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, backlog rumah mencapai 9,9 juta unit.
Angka ini memang turun dari tahun-tahun sebelumnya, namun tetap mencerminkan kebutuhan besar, terutama dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Data Kementerian PUPR mencatat, 93% backlog berasal dari MBR, dengan 60% di antaranya bekerja di sektor informal.
Dengan kuota yang kian besar, pemerintah berharap rumah subsidi kian terjangkau.
Namun, tanpa literasi keuangan yang memadai dan disiplin mengelola utang, impian memiliki rumah bisa saja tetap sebatas wacana.





