INFOLADISHA – Hari ini, Jumat (5/9/2025) bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari kelahiran Rasulullah yang jatuh pada Tahun Gajah, 570 M.
Tahun bersejarah ini tak hanya menandai lahirnya sosok agung penutup para nabi, tetapi juga menyimpan kisah besar tentang seorang penguasa ambisius bernama Abraha al-Ashram.
Abraha adalah jenderal sekaligus penguasa Kerajaan Himyar di Yaman pada abad ke-6.
Namanya abadi dalam sejarah karena ambisi besarnya untuk menghancurkan Ka’bah di Mekah.
Upaya itu, yang dikenal sebagai Peristiwa Gajah, diabadikan dalam Surah Al-Fil di Al-Qur’an.
Ambisi Abraha dan Ka’bah sebagai Pusat Ziarah
Sebagai penguasa Yaman, Abraha membangun gereja megah bernama Al-Qalis di Sana’a.
Tujuannya jelas, yaitu menjadikan kota itu sebagai pusat ziarah, menggantikan Ka’bah yang sejak lama menjadi magnet spiritual suku-suku Arab.
Di balik niat keagamaan, terselip ambisi geopolitik dan ekonomi.
Selama Mekah tetap menjadi pusat peribadatan, arus jamaah dan arus perdagangan akan terus mengalir ke kota Quraisy itu.
Namun, ambisi Abraha menemui kegagalan.
Pasukannya yang berkekuatan gajah perang justru hancur di Wadi Muhassar, lembah antara Mina dan Muzdalifah, akibat serangan burung Ababil yang disebutkan dalam Al-Qur’an.





