Headline

Maulid Nabi Muhammad SAW: Jejak Abraha, Ambisi Gagal, dan Tahun Gajah yang Abadi dalam Sejarah

×

Maulid Nabi Muhammad SAW: Jejak Abraha, Ambisi Gagal, dan Tahun Gajah yang Abadi dalam Sejarah

Sebarkan artikel ini

Mereka digambarkan “seperti jerami yang dimakan habis”.

Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi

Kegagalan Abraha tak hanya mengukuhkan Ka’bah sebagai pusat spiritual Arab, tetapi juga menjadi latar penting kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tahun peristiwa itu, dikenal sebagai Tahun Gajah, bertepatan dengan kelahiran Rasulullah.

Tradisi haji hingga kini masih menyimpan jejak sejarah itu.

Saat jamaah berpindah dari Muzdalifah menuju Mina, ada sunnah untuk bersegera melewati Wadi Muhassar, sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa kehancuran pasukan Abraha.

Jejak Sejarah Arabia Selatan

Kisah Abraha juga tak lepas dari persaingan tiga kekuatan besar kala itu: Aksum dari Ethiopia, Himyar di Yaman, dan Persia Sasaniyah.

Yaman, dengan posisi strategis di jalur perdagangan Laut Merah, menjadi rebutan.

Abraha, meski membawa identitas Aksumite, akhirnya membangun basis kekuasaannya sendiri di Yaman. Namun, kekuasaannya tak bertahan lama.

Setelah kegagalannya di Mekah, pengaruh Aksum di Yaman pun melemah, hingga Persia mengambil alih wilayah tersebut.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga merefleksikan bagaimana peristiwa besar di sekeliling kelahirannya membentuk jalan sejarah.

Abraha dan ambisinya mungkin gagal, namun dari peristiwa itulah lahir satu tonggak penting yakninhadirnya Nabi pembawa risalah terakhir bagi umat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *