Purbaya juga menepis anggapan bahwa percepatan ekonomi bakal memicu inflasi tinggi.

Menurutnya, tekanan harga selama ini bukan karena permintaan masyarakat meningkat (demand pull inflation*), melainkan karena biaya ekonomi yang tinggi atau cost pull inflation.
“Kalau pertumbuhan di bawah potensialnya, inflasi bukan karena orang banyak belanja, tapi karena biaya tinggi. Makanya kita harus dorong ekonomi biar tumbuh cepat dan efisien,” jelasnya.
Saat ini, kata Purbaya, potential growth Indonesia diperkirakan berada di kisaran 6,7%. Level itu dianggap cukup untuk menyerap tenaga kerja baru secara efektif ke sektor formal.
“Minimal tumbuh di 6,7% supaya tenaga kerja bisa terserap di sektor formal. Kita enggak mau warga negara kerja di sektor informal terus. Kalau bisa semua kaya di sektor formal,” tandasnya.





