Ia menjelaskan, ada 3,5 juta warga yang hidup di sekitar DAS Ciliwung sehingga harus terus dilakukan reboisasi.

“Kita harus menjaga jangan sampai tanah mudah longsor, air tidak tertahan, kemudian sedimentasi waduk terlalu cepat kemudian sedimentasi sungai juga terlalu cepat, kita harus mencegah itu untuk mengurangi resiko bencana,” katanya.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak sekarang untuk tanam pohon, karena ini bukan gerakan pemerintah saja, tapi harus jadi gerakan 280 juta rakyat Indonesia menanam pohon sebanyak-banyaknya yang punya nilai ekologis juga sekaligus nilai ekonomis bagi warga.
Total kata dia, sebanyak 123.320 bibit ditanam sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat daya dukung dan daya tampung lingkungan di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis di wilayah hulu Jawa Barat.
Pratikno berharap, penanaman pohon tidak menjadi gerakan yang hanya dimiliki oleh BNPB, pemerintah daerah, maupun kementerian/lembaga, namun juga gerakan yang harus masif dilakukan oleh masyarakat.
“Momentum ini hanyalah pengingat kita untuk lebih giat menanam pohon. Jangan sampai kita menanam hanya satu kali pada saat peringatan Hari Pohon ini,” katanya.





