“Setiap bendera akan mewakili satu sila Pancasila, dengan formasi pembawa defile yang mencerminkan nilai dari masing-masing sila,” terangnya.

Aksi kirab ini akan melibatkan 3.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, ormas, lintas agama, hingga marching band.
Diperkirakan 10.000 warga akan menyaksikan kirab yang membentang dari Tugu Kujang hingga Lapangan Sempur.
“Setiap bendera akan diarak oleh 208 orang, total lima bendera akan membentuk formasi sepanjang satu kilometer, ini belum pernah terjadi sebelumnya di Bogor, dan kita ingin menjadikan ini sebagai pesan kuat dari Bogor untuk Indonesia,” tegas Ben.
Tak hanya kirab, FMP 2025 juga menghadirkan kegiatan kreatif seperti Festival Kopi Legendaris (23–24 Agustus di Lapangan Sempur), Lomba Baris-Berbaris, dan Fashion Show Busana Nusantara dengan 500 peserta di Botani Square.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyambut antusias kerjasama ini.
Ia menekankan peran penting media dalam membangun semangat cinta tanah air, terutama di momen sepuluh tahun FMP.
“Kami merasa terhormat bisa mendukung Festival Merah Putih, apalagi di momentum satu dekade. Ini bentuk cinta tanah air dari media untuk kota dan bangsa,” ujar pria yang akrab disapa Aldo itu.
Herman juga menilai bahwa FMP adalah ruang reflektif bagi masyarakat untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.





