Info Otomotif

Mesin Kuat Tapi Listrik Tumbang? Ini Risiko Kelistrikan Mobil Setelah Perjalanan Jauh

×

Mesin Kuat Tapi Listrik Tumbang? Ini Risiko Kelistrikan Mobil Setelah Perjalanan Jauh

Sebarkan artikel ini
Perjalanan jauh bisa bikin kelistrikan mobil bermasalah. (Ilustrasi)

Jika dibiarkan, komponen seperti arang alternator bisa lebih cepat aus, sehingga pengisian daya ke aki menjadi tidak optimal dan memicu gangguan kelistrikan lanjutan.

Risiko lain datang dari kabel-kabel listrik.

Pemakaian AC, audio, charger ponsel, dan aksesori tambahan dalam waktu lama membuat beban listrik meningkat dan suhu sistem ikut naik.

Dalam kondisi ekstrem, lapisan kabel bisa melemah atau meleleh.

Aliran listrik pun menjadi tidak stabil dan berpotensi menyebabkan korsleting yang membahayakan komponen lain.

Sekring juga tak luput dari ancaman. Sebagai pengaman arus listrik, sekring bekerja di batas kemampuannya saat beban listrik tinggi.

Jika spesifikasi sekring tidak sesuai atau arus terlalu besar, sekring bisa putus sewaktu-waktu.

Dampaknya, sejumlah fitur penting mobil bisa langsung mati di tengah perjalanan.

Karena itu, sebelum dan sesudah menempuh perjalanan jauh, pengecekan sistem kelistrikan tak kalah penting dari servis mesin.

Kelistrikan yang prima bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan selama berkendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *