Namun jika roller sudah aus atau berubah bentuk, pergerakan pulley menjadi tidak stabil.
Dampaknya adalah suara berisik dari area transmisi dan tarikan motor terasa lebih berat.
3. Bushing pelat roller mengalami keausan
Komponen kecil ini berfungsi menjaga kestabilan gerak pelat penutup roller.
Saat bushing tidak lagi presisi karena usia pakai, timbul getaran berlebih di dalam CVT.
Getaran itulah yang kemudian memunculkan suara gesekan kasar, baik saat motor berjalan pelan maupun ketika putaran mesin meningkat.
4. Gearbox mulai aus
Selain CVT, gearbox di bagian belakang motor juga bisa menjadi sumber bunyi.
Ketika gigi gigi di dalamnya mengalami keausan, celah antar komponen membesar.
Gesekan yang tidak lagi rapat menghasilkan suara dengung kasar.
Jika dibiarkan, kerusakan bisa berkembang dan membutuhkan penanganan lebih serius.
5. Kebiasaan menarik gas secara agresif
Cara berkendara memengaruhi usia pakai komponen.
Menarik gas terlalu dalam secara mendadak membuat sistem CVT bekerja dalam tekanan tinggi secara instan.
Kebiasaan ini mempercepat keausan v belt, roller, dan pulley.
Dalam jangka panjang, suara kasar lebih cepat muncul dibanding penggunaan yang lebih halus.
Bunyi tak wajar pada motor matic bukan sekadar soal kenyamanan.
Itu bisa menjadi tanda awal adanya komponen yang mulai melemah.
Pemeriksaan rutin CVT dan penggantian sesuai interval servis menjadi langkah sederhana untuk mencegah kerusakan meluas.





