INFOLADISHA – Di balik setiap pengereman yang mulus dan responsif pada mobil, ada satu komponen cair yang sering luput dari perhatian yaitu minyak rem.
Padahal, cairan inilah yang bekerja senyap namun vital untuk keselamatan berkendara.
Sayangnya, banyak pemilik mobil masih menganggap semua minyak rem itu sama.
Padahal, masing-masing jenis punya karakteristik berbeda yang berpengaruh besar pada kinerja sistem pengereman.
Memilih minyak rem bukan cuma soal merek atau harga, tapi juga soal kecocokan dengan jenis kendaraan dan intensitas penggunaan.
Nah, biar nggak salah pilih dan bisa lebih paham soal ‘darah’ sistem pengereman ini, yuk kita kenali empat jenis minyak rem yang paling umum digunakan!
1. DOT 3: Sang Pendiam yang Butuh Perhatian Rutin
DOT 3 adalah tipe minyak rem paling umum dan bisa dibilang paling “sederhana”. Mengandung glycol ether dan punya sifat higroskopis alias gampang menyerap air dari udara.
Meski menyerap air, cairannya tetap bening dan tidak berubah warna, dan ini juga yang sering bikin pengguna terlena.
Namun, karena titik didihnya tergolong rendah (sekitar 206°C), DOT 3 kurang cocok untuk mobil-mobil yang sering dibawa ngebut atau melintasi medan berat.
Dan satu lagi, kalau nggak rajin diganti, minyak ini bisa merusak komponen karet, cat mobil, hingga menyebabkan korosi pada sistem pengereman.






