Goresan kecil yang terjadi berulang kali akan membuat tampilan mobil terlihat tidak lagi mulus.
Untuk mengurangi risiko tersebut, alat yang disarankan adalah spons khusus cuci mobil serta kain microfiber untuk membersihkan bodi kendaraan.
Menggosok kotoran terlalu keras juga menjadi kebiasaan yang sering terjadi.
Kotoran membandel seperti lumpur kering, kotoran burung, atau bekas oli sering langsung digosok kuat agar cepat hilang.
Cara ini justru berpotensi merusak lapisan cat.
Langkah yang lebih aman adalah membasahi area yang kotor terlebih dahulu agar kotoran melunak.
Setelah itu permukaan dapat dibersihkan perlahan menggunakan spons atau kain lembut.
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah membilas mobil menggunakan air yang tidak bersih.
Air yang sudah bercampur sabun atau kotoran bisa mengandung partikel kecil seperti debu dan pasir.
Partikel tersebut dapat menggores cat saat proses pembilasan berlangsung.
Penggunaan air bersih yang mengalir lebih disarankan karena mampu meluruhkan kotoran sekaligus mengurangi risiko munculnya baret halus.
Waktu mencuci mobil juga berpengaruh terhadap hasil akhir.
Mencuci kendaraan di bawah sinar matahari langsung membuat air dan sabun cepat mengering di permukaan mobil.
Kondisi tersebut sering meninggalkan bercak yang sulit dibersihkan.
Karena itu proses mencuci sebaiknya dilakukan di tempat teduh atau pada pagi dan sore hari ketika suhu udara tidak terlalu panas.




