Dedie Rachim menyadari bahwa setiap pembangunan memerlukan biaya dan anggaran. Namun, ia juga mendorong perangkat daerah di wilayah untuk berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan mimpi serta keinginan warga.
“Di sinilah peran kita dalam memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat berekonomi dengan baik serta meningkatkan taraf hidup melalui pelayanan terbaik,” ujarnya.
Mengusung tema “Pengembangan Kapasitas dan Transformasi Digital Pemerintahan”, kegiatan ini juga dilaksanakan bersamaan dengan kick-off Bogor Innovation Award (BIA) 2026 yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Bogor.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan bahwa Musrenbang ini dilaksanakan untuk menyusun RKPD tahun 2027.
“Tujuan pelaksanaan Musrenbang hari ini adalah sebagai bagian dari penyusunan prioritas pembangunan daerah tahun 2027, menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pemerintah, serta mengintegrasikan dan mengharmonisasikan program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dari hasil rekapitulasi pelaksanaan Musrenbang di tingkat kecamatan dan kota, terdapat 1.066 usulan yang diajukan secara proporsional dari masing-masing kecamatan.
Sepuluh besar usulan yang diakomodasi dalam Musrenbang meliputi perbaikan jalan permukiman, drainase, penerangan jalan umum (PJU), penyediaan alat kesehatan di posyandu, hingga pelatihan keterampilan berbasis masyarakat.





