INFOLADISHA – Ada yang beda dari tradisi pernikahan di Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Di desa ini, sebelum akad nikah digelar, para calon pengantin diwajibkan lebih dulu ‘berakad’ dengan alam, yaitu menanam pohon!
Program unik ini bernama “Calon Pengantin Menanam Pohon”, sebuah inisiatif Pemerintah Desa Cibitung Wetan yang memadukan momen bahagia pernikahan dengan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan.
“Setiap pasangan yang akan menikah di desa kami, kami ajak untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” kata Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin, saat ditemui, Senin (4/8/2025).
Sudah tiga bulan berjalan, program ini telah melibatkan 9 pasangan pengantin. Lokasi penanaman pun diberi nama menarik yakni Bukit Pengantin.
Di sanalah setiap pasangan diwajibkan menanam minimal dua pohon, yang tak hanya simbol cinta, tapi juga wujud kepedulian terhadap bumi.
Jenis pohon yang ditanam bukan sembarang, lho.
Ada pohon Kelapa, Durian, hingga Alpukat, semua dipilih karena punya nilai ekologis dan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Menurut Kamaludin, ide program ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan.
Maka, pernikahan dipilih sebagai momen strategis untuk membangun kesadaran itu.
“Pernikahan seharusnya tak cuma jadi momen bahagia secara pribadi, tapi juga bisa membawa dampak baik bagi desa dan bumi yang kita cintai,” ujarnya.






