HeadlineInfo Otomotif

Oli Kok Netes? Jangan Disepelekan, Mesin Mobil Bisa Ngambek Diam-Diam

154
×

Oli Kok Netes? Jangan Disepelekan, Mesin Mobil Bisa Ngambek Diam-Diam

Sebarkan artikel ini
Oli mobil rembes sering dianggap sepele.

Pastikan filter dipasang sesuai torsi anjuran dan gasket dalam kondisi mulus sebelum diputar.

3. Baut Oli Kendur atau Pakring Aus

Baut pembuangan oli selalu “bekerja keras” setiap ganti oli.

Jika pengencangannya kurang pas atau pakring sudah aus, oli bisa menetes pelan-pelan.

Ulir karter yang rusak bahkan membuat baut tak lagi rapat.

Ganti pakring setiap penggantian oli dan kencangkan baut sesuai spesifikasi.

Jika ulir bermasalah, perbaikan harus segera dilakukan.

4. Oli Kebanyakan, Tekanan Naik

Mengisi oli melebihi batas dipstick bisa meningkatkan tekanan di dalam mesin.

Tekanan berlebih ini akan mencari celah keluar, biasanya lewat seal atau gasket yang sudah melemah.

Biasakan mengecek dipstick setelah pengisian.

Jika berlebih, kurangi hingga sesuai kapasitas di buku manual.

5. Tekanan Crankcase Tak Terkendali

Katup PCV yang kotor atau tersumbat membuat gas di ruang engkol menumpuk.

Tekanan tinggi ini mendorong oli keluar lewat titik terlemah.

Bersihkan atau ganti katup PCV secara berkala, terutama jika mobil sering dipakai di kemacetan.

6. Karter Oli Kena Bentur

Polisi tidur tinggi atau jalan rusak bisa membuat karter oli penyok atau retak.

Rembesan pun terjadi tanpa disadari. Pada kasus berat, blok mesin ikut terdampak.

Lakukan inspeksi kolong mobil secara berkala.

Jika sering melintasi jalan tak rata, pelindung kolong mesin bisa jadi investasi bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *