Info Bisnis

Pabrik Baterai Rp 131 Triliun Siap Ngecas RI, Pemain Baru dari China Ambil Alih!

46
×

Pabrik Baterai Rp 131 Triliun Siap Ngecas RI, Pemain Baru dari China Ambil Alih!

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA – Indonesia bersiap menyalakan mesin besar industri kendaraan listrik.

Pemerintah menargetkan pabrik baterai EV raksasa senilai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 131,07 triliun bisa berdiri tegak pada akhir 2027.

Proyek ambisius ini dikerjakan oleh Zhejiang Huayou Cobalt Co asal China bersama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah bakal menggelontorkan insentif menggoda demi memuluskan pembangunan ekosistem baterai EV tersebut.

“Huayou sebentar lagi jalan dengan Antam dan IBC. Total investasinya US$ 8 miliar. Target kita akhir 2027 sudah rampung semua,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Kehadiran Huayou bukan kebetulan. Perusahaan ini mengambil posisi yang sebelumnya dipegang raksasa baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES).

Sayangnya, LGES mundur dari konsorsium bersama IBC yang beranggotakan Antam, Inalum, Pertamina, dan PLN, karena dianggap tak memenuhi komitmen awal.

Mundurnya LGES tak hanya di satu proyek, tapi juga di tiga dari empat joint venture (JV) yang semula direncanakan.

Hanya satu JV yang kini masih beroperasi dan berjalan.

Tak cuma melanjutkan proyek yang ada, Huayou juga menyiapkan tambahan investasi fantastis.

Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkap, potensi injeksi modal dari grup Huayou ke Indonesia bisa mencapai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 335,56 triliun di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *