“Sekarang mereka sudah investasi US$ 8,8 miliar di Indonesia. Rencananya akan dikembangkan di kawasan industri Weda Bay dan Morowali, bahkan mau bikin kawasan sendiri di Pomalaa,” jelas Rosan.

Jika semua rencana ini berjalan mulus, Indonesia bukan hanya menjadi pasar, tapi juga salah satu pusat produksi baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.






