BACA JUGA : Dedie Rachim Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana
Masyarakat pun diimbau agar tidak terpengaruh dengan informasi yang menyebutkan air minum galon polikarbonat dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
“Minum air galon jadi mandul, itu kan satu pembodohan,” kata pakar kesehatan reproduksi, dokter Mohammad Caesario.
Dia menegaskan tidak ada korelasi antara meminum air dari galon dengan gangguan reproduksi manusia.
Artinya, air minum galon polikarbonat sangat aman untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Yang berbahaya, kata dia, justru apabila tubuh kekurangan cairan.
“Dari dulu kan kita juga research, kita butuh air kan untuk metabolisme tubuh kita,” katanya.
Seperti diketahui, BPOM memang memberikan ambang batas paparan BPA sebesar 0,01 bpj (10 mikrogram/kg berat tubuh) perhari guna menjamin keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.
Hal ini mengingat BPA tidak hanya berada pada galon polikarbonat saja tetapi pada produk sehari-hari lainnya, seperti kertas print, perangkat otomotif, tutup botol, CD, peralatan elektronik bahkan kemasan makanan kaleng, persediaan medis dan lain-lain.
Akan tetapi, BPOM yang mengutip penelitian internasional menunjukkan bahwa penggunaan kemasan polikarbonat termasuk galon secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA.
Dengan kata lain air minum galon polikarbonat sebagai wadah air minum masih aman karena tidak menimbulkan masalah kesehatan apapun.





