“Sebenarnya gedungnya itu bagus, hanya konsepnya tertutup dan tersekat sekat, sehingga banyak yang tidak tahu kalau ada kegiatan di tempat ini. Kayak gini, pintu masuknya pun tidak langsung, harus melalui pintu masuk ke Samsat yang kecil, apalagi kalau ada yang parkir disepanjang jalan masuk,” katanya.

Erni bahkan menilai, gudung BCC layaknya gedung perkantoran, yang tidak merefresentasikan ruang-ruang pamer karya seni.
“Kalau ini merupakan gedung Creative Center, pada proses awal pembangunan seharusnya juga melibatkan pihak-pihak yang sekiranya bakal mengisi gedung ini, seperti dari kalangan pengrajin, seniman, pelaku umkm dan lain lain, sehinga bisa terwakilkan,” jelasnya.
BACA JUGA : Program Pemutihan Pajak Kendaraan Dibuka, Informasi Lengkapnya Cek di Sini!
Lebih jauh Erni menyampaikan harapannya agar kedepan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata memiliki tempat semacam galeri yang setiap saat dapat dipergunakan untuk kegiatan berkesenian.

“Saya melihat di beberapa daerah mereka juga punya seperti tempat khusus untuk ruang pameran yang dikelola oleh pemerintah yang dikerjasamakan dengan wadah-wadah kreatifitas para seniman dan pengrajin, harapan saya sih Kota Bogor juga bisa seperti itu,” tandasnya.





