Ia berharap, dengan langkah ini, akses masyarakat terhadap miras, terutama anak-anak, bisa benar-benar ditutup.
Sementara itu, dalam aksi simbolis, puluhan botol miras dari berbagai merek digilas habis menggunakan alat berat pemadat aspal.

Cairan alkohol tumpah membasahi pelataran Lapangan Mako, menjadi penanda perlawanan terhadap peredaran miras ilegal yang masih saja muncul di kota Bogor.
“Efek konsumsi miras ini nyata dan meresahkan. Kita ingin Kota Bogor bebas dari dampak buruk itu,” pungkas Jaenal.




