Rencana penghentian sebenarnya sempat dirancang untuk tahun ini, namun tertunda karena curah hujan tinggi meningkatkan produksi listrik tenaga air.

Kondisi tersebut memungkinkan Laos mengekspor lebih banyak listrik ke Thailand dan Vietnam.
Kini, pemerintah menatap jangka panjang. Energi yang semula disedot oleh penambangan kripto akan dialihkan untuk memperkuat sektor AI dan kendaraan listrik yang dianggap lebih berkelanjutan dan menarik bagi investor asing.
Sebagai eksportir energi bersih, Laos juga memperkuat posisinya di kawasan.
Negara ini memasok sebagian besar tenaga airnya ke Thailand dan Vietnam, dan sedang menjajaki peningkatan ekspor bilateral ke Vietnam yang kini mencapai 8.000 MW.
Tak hanya itu, Laos berharap dapat segera melanjutkan ekspor listrik ke Singapura melalui proyek jalur transmisi lintas negara Lao-Thailand-Malaysia-Singapore (LTMS).
Ekspor sempat tertunda karena belum adanya kesepakatan perpanjangan antara Thailand dan Singapura.
Empat negara yakni Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura baru-baru ini menegaskan komitmen bersama untuk melanjutkan perdagangan listrik lintas batas serta memperkuat kerja sama energi kawasan.
Dengan kebijakan baru ini, Laos tampak serius mengarahkan diri menjadi pusat energi bersih dan teknologi masa depan di Asia Tenggara, meninggalkan kilau kripto, demi sinar AI yang lebih menjanjikan.






