Hasilnya, terjadi penurunan berat badan bervariasi pada kedua kelompok tapi orang-orang yang intermittent fasting mengalami penurunan rata-rata 7,7 kg, lebih banyak dari orang-orang yang hitung kalori dengan 4,8 kg.

“Pesan yang lebih penting bagi saya adalah bahwa ini adalah strategi diet yang merupakan alternatif berbasis bukti, terutama bagi orang-orang yang telah mencoba diet pembatasan kalori harian dan merasa kesulitan,” kata Catenacci.
Peneliti memberikan catatan bahwa peserta kelompok intermittent fasting hanya mencatat hari-hari puasa mereka.
Ada kemungkinan mereka juga membatasi asupan kalori pada hari-hari tidak puasa.
Mereka berpendapat kelompok intermittent fasting mungkin cenderung lebih mampu mematuhi pola makan mereka. Ini bisa dianggap hal positif lantaran program penurunan berat badan akan lebih efektif jika mudah diikuti.





