Info Bisnis

Penjualan Mobil Anjlok, Ke Mana Rp10 Triliun Uang di Industri Otomotif Menguap?

76
×

Penjualan Mobil Anjlok, Ke Mana Rp10 Triliun Uang di Industri Otomotif Menguap?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Ist

Efek domino tersebut menjalar mulai dari sektor hulu yang mencakup industri karet, logam, dan perangkat elektronik dengan nilai sekitar Rp5,4 triliun.

Ini adalah bagian dari rantai pasok vital yang menyediakan komponen dan bahan baku utama dalam proses manufaktur kendaraan.

Ilustrasi. Ist

Sementara itu, sektor hilir seperti logistik, perdagangan, dan jasa servis juga merugi hingga Rp4,6 triliun.

Penurunan ini juga membuat produsen kendaraan domestik menata ulang strategi.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengungkapkan kekecewaannya terhadap tren penjualan yang stagnan.

“Kita tadinya berharap Maret bisa menyamai angka tahun lalu yang 82 ribu unit, tapi ternyata hanya 76 ribu lebih,” ungkapnya.

Beberapa faktor turut menjadi penyebab seretnya penjualan kendaraan. Di antaranya adalah kondisi makroekonomi yang belum pulih sesuai harapan.

Konsumen masih menahan belanja besar, termasuk untuk kendaraan bermotor, akibat ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi dalam negeri.

Namun, bukan hanya permintaan domestik yang lesu. Tantangan lain datang dari luar negeri. Proteksionisme global menjadi momok baru yang mengintai industri otomotif nasional.

“Kita harus mencermati dinamika global, termasuk langkah proteksionisme sejumlah negara yang dapat memengaruhi ekspor kendaraan dan produk otomotif kita, termasuk kendaraan listrik dan NEV,” ujar Agus Gumiwang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *