Info Bisnis

Perang Dagang AS dan China Memanas, Dunia di Ambang Krisis Ekonomi Baru

×

Perang Dagang AS dan China Memanas, Dunia di Ambang Krisis Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Ist

Sebagai negara manufaktur terbesar di dunia dengan surplus perdagangan hampir US$ 1 triliun, China berpotensi besar mengalihkan pasar ekspornya ke negara-negara lain jika akses ke pasar AS semakin dibatasi.

Ilustrasi. Ist

Namun langkah ini bukan tanpa risiko. Masuknya barang-barang China ke pasar lain bisa menekan produsen lokal dan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh UK Steel, asosiasi pengusaha baja asal Inggris, yang memperingatkan tentang potensi limpahan kelebihan baja China ke pasar Eropa.

Jika hal ini terjadi, maka bukan hanya AS dan China yang akan menanggung dampak perang dagang, tetapi juga sektor industri global secara keseluruhan.

Trump tak hanya menargetkan China. Tarif tinggi juga dikenakan pada negara-negara lain, mulai dari Vietnam (46%), Jepang (24%), Korea Selatan (25%), hingga Uni Eropa (20%).

Meski Meksiko dan Kanada dikecualikan dari tarif universal 10% yang baru-baru ini diumumkan, banyak pihak khawatir bahwa kebijakan ini bisa memicu perang dagang global yang lebih luas.

Dari Beijing, pemerintah China menyatakan siap untuk menghadapi tekanan AS. Kementerian Perdagangan China bahkan menegaskan akan “berjuang sampai akhir” dalam perang dagang kali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *