Selain itu, masih kata Jenal Mutaqin, perlu juga ada pendampingan psikologis untuk para penderita. Banyak kasus ditemukan, penderita TBC mengalami gangguan psikis akibat penyakitnya.
“Nanti Dinkes bisa bekerja sama dengan psikolog untuk memberikan edukasi dan semangat kembali kepada orang yang terkena TBC. Insyaallah ikhtiarnya lancar,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, sehingga memerlukan penanganan serius, terpadu, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen penuh untuk mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis,” jelas Retno.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Eliminasi TBC Kota Bogor Tahun 2025–2029.
Dokumen ini menjadi acuan bersama bagi seluruh perangkat daerah, fasilitas kesehatan, dan mitra pembangunan dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan percepatan eliminasi TBC di Kota Bogor.
“Proses penyusunan RAD dilakukan secara partisipatif melalui berbagai pertemuan yang melibatkan lintas program di Dinas Kesehatan, lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, organisasi masyarakat, akademisi, serta mitra pembangunan,” jelasnya.






