Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menyiapkan lahan untuk relokasi, sementara pemerintah pusat akan menangani pembangunannya. Dalam waktu dekat, rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait akan segera dilaksanakan untuk membahas teknis relokasi.
Di sisi lain, Kepala Desa Sukamaju, Diran Bahari, melaporkan jumlah warga terdampak yang terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat ada 318 jiwa dari 112 kepala keluarga yang terdampak, dengan 30 rumah rusak, termasuk 10 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah sejak Senin (2/12/2024).
Kondisi cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan tambahan bagi warga yang tinggal di pengungsian sementara. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat segera menuntaskan rencana relokasi untuk memberikan kepastian bagi para korban.





