Tak ketinggalan, jejak sejarah juga dihidupkan kembali lewat napak tilas perjuangan Jenderal Soedirman, yang jejaknya tertinggal di tanah Bogor.
Ini jadi sarana edukasi, terutama untuk generasi muda agar tidak lepas dari akar sejarah bangsa.
“Semangat Jenderal Soedirman itu roh perjuangan. Kita ingin semangat itu tetap hidup,” tegas Benyamin.
Dukungan terhadap FMP juga datang dari banyak arah. Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, Danrem 061/Suryakancana, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya milik masyarakat, tapi juga didukung penuh oleh TNI, Polri, dan pemerintah.
“Ini bentuk nyata melanjutkan warisan para pendahulu kita,” ujarnya.
Diproyeksikan, FMP 2025 akan melibatkan hingga 4.000 peserta, mencerminkan keterlibatan luas dari masyarakat berbagai latar belakang.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir langsung dalam pembukaan, menyebut FMP sebagai salah satu festival kebangsaan paling konsisten di Indonesia.
“Digelar sebulan penuh dari 1 sampai 31 Agustus dan melibatkan masyarakat secara langsung. Ini bukan sekadar acara, tapi bentuk nyata cinta kepada negeri,” jelas Dedie.
Ia pun mengajak warga Bogor untuk ikut meramaikan dan mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang Agustus.
Festival Merah Putih 2025 bukan hanya selebrasi. Ia adalah napas semangat persatuan yang dikirim dari Bogor untuk seluruh Indonesia.






