“Kalau lahan milik pribadi kan nggak bisa langsung begitu saja. Harus pendekatan. Tapi kalau pemerintah, kita sudah banyak dimanfaatkan kelompok-kelompok tani,” lanjut Jenal.

Beberapa kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah aktif mengelola lahan tersebut.
Hasilnya? Bukan cuma menambah RTH, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Kalau bisa dimanfaatkan, lahan itu bisa punya nilai ekonomis buat masyarakat,” tutupnya.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa membangun kota hijau tak harus selalu lewat proyek besar.
Dengan pendekatan cerdas dan kolaborasi warga, ruang terbuka bisa hadir di mana saja.





