Masalah ini sering muncul pada mobil yang jarang diservis menyeluruh.
Banyak orang mengganti oli, tapi lupa mengecek kondisi pompa olinya.
Solusinya, lakukan pengecekan menyeluruh saat servis berkala, termasuk komponen pompa dan sistem pelumas.
3. Oli Salah, Mesin Jadi Salah Tingkah
Setiap mesin mobil sudah didesain untuk menggunakan jenis oli tertentu, baik dari kekentalannya (SAE) hingga spesifikasi aditifnya.
Kalau kamu asal pilih oli, risikonya bukan cuma ke mesin, tapi juga pompa oli.
Oli yang terlalu kental bisa bikin pompa kerja ekstra keras, sementara oli yang terlalu encer bisa gagal melumasi dengan baik.
Keduanya bisa mempercepat keausan pompa dan menurunkan kinerja pelumasan secara keseluruhan.
Solusinya, Gunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan. Jangan cuma pilih berdasarkan harga atau iklan.
4. Kebocoran yang Bikin Pompa Kewalahan
Kebocoran di sistem pelumasan, misalnya pada pipa, selang, atau seal, bisa menyebabkan tekanan oli turun drastis.
Dalam kondisi ini, pompa oli tidak mampu menjaga sirkulasi oli secara optimal.
Mesin pun bekerja tanpa pelindung maksimal, risiko overheat, aus, bahkan macet di jalan pun meningkat.
Solusinya, cek rutin apakah ada rembesan oli di garasi atau kolong mobil.
Segera perbaiki bila ditemukan kebocoran sekecil apa pun.
Pompa oli memang bukan komponen yang sering disorot, tapi kerusakannya bisa berdampak besar pada performa dan usia mesin mobil kamu.






