Bogor

Proyek Pemkot Bogor Terlambat Start, 41 Paket Masih Tersangkut di Dinas

76
×

Proyek Pemkot Bogor Terlambat Start, 41 Paket Masih Tersangkut di Dinas

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA — Proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor belum juga menunjukkan kecepatan yang diharapkan.

Sampai pertengahan Juli ini, baru sekitar 62 persen paket proyek yang masuk ke tahap lelang.

Selebihnya, masih tertahan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) dan belum diajukan ke Bagian PBJ.

Kepala Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi, mengakui masih ada sejumlah OPD yang belum maksimal mendorong percepatan.

Dari total 108 paket proyek dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), baru 67 paket yang sudah diajukan.

Dari jumlah itu, 44 paket sudah berhasil dikontrak, sementara sisanya masih dalam proses.

“Masih ada 41 paket atau 38 persen yang belum juga diajukan. Kalau terus begini, proyek bisa terlambat dan dampaknya ke masyarakat,” ujar Lia saat ditemui Jumat (11/7).

Lia mengingatkan, pekerjaan konstruksi atau fisik idealnya memerlukan waktu setidaknya enam bulan. Bila baru mulai digarap di semester dua, peluang untuk molor makin besar, bahkan berisiko tidak rampung tepat waktu.

“Wali Kota dan Sekda juga sudah memberikan arahan untuk percepatan. Kami dorong agar semua dinas segera mengajukan paket lelang, karena waktu kita terbatas,” jelasnya.

Di tengah kinerja yang belum merata ini, ada kabar baik dari sektor proyek strategis.

Dari 10 proyek besar yang dipantau langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat program Monitoring Center for Prevention (MCP), sembilan di antaranya sudah berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *