Hal itu, lanjut dia, merupakan upaya memahami kompleksitas kota mulai dari desain arsitektural hingga dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membentuk kehidupan perkotaan, mencoba diserap dalam perspektif kesenirupaan.
Baca Juga: Ribuan Lowongan Kerja Tersedia di Job Fair Pemkab Bogor, Kaum Rebahan Merapat!
“Para seniman mencoba mendalami proses bagaimana kota berkembang, penduduk berinteraksi dan melihat berbagai faktor yang saling berhubungan untuk membentuk identitas sebuah kota,” lanjutnya.
Di mata seniman, papar Bob, harapan kualitas hidup warga kota harus terus dibangun. Kota harus tetap lebih baik hidup menyediakan ruang yang efisien dan ramah bagi interaksi sosial, mobilitas, dan aktivitas sehari-hari yang tumbuh dan tetap bergerak.
Ditengah kenyataan itu, sambung dia, berbagai kelompok sosial bertemu dan berinteraksi, menciptakan mosaik yang berasal dari akar budaya yang berbeda, pengalaman dan nilai struktur sosial yang beragam dan hal hal lain yang menggelitik para seniman terkait Urbanology.
“Warga kota juga menghadapi tantangan lingkungan, termasuk polusi, pengelolaan limbah, dan pengurangan ruang hijau, dan itulah nantinya yang akan disuguhkan para seniman pada saat pameran,” pungkas Bob Buchari.
Selain pameran seni rupa, dalam kegiatan ini nantinya akan diisi dengan Art Bazar, Workshop dan Diskusi Seni Rupa yang akan membahas tentang Indentitas Budaya Urban dan Industri Seni.






