Info Bisnis

Punya Gaji Besar Tapi Tetap Bokek? Bisa Jadi Ada Salah Kelola Cash Flow

89
×

Punya Gaji Besar Tapi Tetap Bokek? Bisa Jadi Ada Salah Kelola Cash Flow

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Freepik)

Idealnya ada rekening khusus pemasukan, pengeluaran harian, serta tabungan dan investasi.

Pengeluaran juga perlu dikategorikan antara kebutuhan wajib, pengeluaran fleksibel, dan tabungan.

Dengan begitu, saat arus kas mulai seret, kita tahu bagian mana yang bisa ditekan.

Mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin juga penting, baik secara manual maupun lewat aplikasi.

Dari catatan inilah kita bisa mengevaluasi kebiasaan belanja, sekaligus memastikan anggaran tetap terkendali.

Jangan lupa menyiapkan dana darurat minimal tiga hingga enam bulan biaya hidup untuk menghadapi situasi tak terduga.

Utang konsumtif pun sebaiknya dihindari karena bisa memperparah tekanan arus kas.

Sementara itu, dalam bisnis, pemisahan rekening pribadi dan usaha adalah fondasi utama.

Tanpa ini, laporan keuangan akan bias dan sulit dievaluasi.

Bisnis juga perlu memiliki proyeksi cash flow agar pemilik usaha bisa mengantisipasi periode sepi penjualan atau lonjakan kebutuhan modal.

Pengelolaan piutang menjadi kunci penting.

Pembayaran yang terlambat membuat kas tersendat meski secara penjualan terlihat bagus.

Memberi insentif untuk pembayaran cepat dan rutin menagih piutang bisa mempercepat arus kas masuk.

Selain itu, inventaris yang menumpuk sebaiknya dihindari karena mengikat dana dalam jumlah besar.

Pemilik usaha juga disarankan memiliki dana darurat operasional, cukup untuk menutup biaya tetap seperti gaji dan sewa selama beberapa bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *