Meski begitu, ada peningkatan pada indikator cek kesehatan rutin. Melalui inovasi Pamong Walagri yang disinergikan dengan Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg), jumlah pegawai yang rutin cek kesehatan mencapai 44,7 persen.

“Kita sudah memiliki Perwali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Nomor 48 Tahun 2017, yang sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Dimulai dengan pencanangan, komitmen bersama, sosialisasi ke berbagai tatanan, serta penyebaran informasi melalui berbagai media,” ujar Retno.
Di masyarakat, saat ini sudah banyak inovasi Germas, seperti Kampung Germas, Talas Bogor, Kelompok Peduli ASI, dan Konseling Mobil Curhat, yang ke depan akan menjadi prioritas Kementerian Kesehatan RI.
“Kalau kita bicara masalah penyakit, jika hanya fokus pada kuratif, biayanya tentu besar. Padahal, beberapa penyakit dengan angka kematian dan biaya tinggi sebenarnya dapat dicegah melalui Germas. Jadi, kita akan terus menggalakkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat,” tegasnya.





