Teknologi

Ramadan 2026 dan Tren Digital Taqwa, Saatnya Smartphone Jadi Ladang Pahala Bukan Sumber Dosa

×

Ramadan 2026 dan Tren Digital Taqwa, Saatnya Smartphone Jadi Ladang Pahala Bukan Sumber Dosa

Sebarkan artikel ini

Mengaktifkan mode senyap saat membaca juga membantu menjaga fokus dan adab.

Kedua, membersihkan feed media sosial. Algoritma bekerja berdasarkan kebiasaan.

Jika yang sering diklik adalah konten sensasional dan memancing emosi, itu pula yang akan terus muncul.

Ramadan menjadi momentum untuk mute atau berhenti mengikuti akun yang sarat drama dan pergunjingan.

Mengganti dengan akun dakwah, edukasi puasa, atau konten reflektif membuat linimasa terasa lebih teduh.

Ketiga, memaksimalkan aplikasi zakat dan sedekah online.

Kemudahan transaksi digital termasuk QRIS memudahkan umat berbagi dalam hitungan detik.

Keinginan belanja yang muncul tiba tiba bisa dialihkan menjadi sedekah spontan.

Prinsipnya sederhana, jika tangan sudah terlanjur ingin menekan tombol bayar, arahkan ke donasi yang jelas dan amanah.

Keempat, memanfaatkan podcast dan webinar keislaman untuk mengisi waktu jelang berbuka.

Tradisi ngabuburit tidak harus identik dengan hiburan kosong.

Mendengarkan kajian atau diskusi tentang makna puasa memberi asupan batin yang jauh lebih lama efeknya dibanding video singkat yang cepat dilupakan.

Terakhir dan paling krusial, menjaga lisan digital. Di dunia maya, dosa sering lahir dari ketikan.

Komentar sarkas, debat kusir, hingga menyebar kabar tanpa verifikasi menjadi ujian tersendiri.

Prinsip klasik tetap relevan, jika tidak bisa berkata baik maka diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *