INFOLADISHA – Saat masih muda dan merasa tak terkalahkan, banyak dari kita cenderung mengabaikan dampak jangka panjang dari gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok atau jarang bergerak.
Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa dampak fisik dari gaya hidup tidak sehat ini bisa muncul jauh lebih cepat dari yang diduga, bahkan sejak pertengahan usia 30-an. Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Finlandia dan dipublikasikan dalam jurnal Annals of Medicine.
Mereka meneliti bagaimana gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.
“Paparan terhadap perilaku berisiko dalam waktu yang lama ternyata sangat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan kesejahteraan mental,” kata penulis utama studi, Dr. Tiia Kekäläinen, PhD.
Menurut para peneliti, kebiasaan tidak sehat bisa bersifat adiktif dan semakin sulit diubah seiring waktu.
Kaushik Govindaraju, dokter spesialis penyakit dalam di Medical Offices of Manhattan, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menambahkan bahwa faktor lingkungan juga ikut memperburuk situasi.
“Sebelum kita menyadarinya, kebiasaan buruk ini sudah mengakar. Ditambah lagi dengan tekanan dari lingkungan, seperti stres pekerjaan, kondisi metabolisme tubuh, serta tingkat kebugaran yang rendah,” ujarnya.






