Yang membedakan studi ini dengan penelitian sebelumnya adalah cakupan usia peserta yang diamati.
Kebanyakan studi serupa berfokus pada orang-orang usia paruh baya hingga lanjut usia.

Namun, penelitian ini mengamati orang dewasa muda dan mengikuti perkembangan mereka selama lebih dari tiga dekade.
“Kami memantau responden dalam periode yang lebih panjang dari kebanyakan studi lainnya, dan kami juga memperhitungkan pengalaman subjektif mereka serta indikator kesehatan fisik dan mental,” jelas Dr. Kekäläinen.
Hasilnya, efek dari gaya hidup tidak sehat sudah mulai terlihat jelas saat para peserta memasuki usia 36 tahun.
Tiga kebiasaan utama yang diteliti—merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik—dikenal sebagai faktor risiko utama berbagai penyakit kronis.
Misalnya, konsumsi alkohol dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit hati.
Merokok berkontribusi terhadap kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Sementara gaya hidup yang minim gerak dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik.
Temuan ini menjadi pengingat penting bahwa tidak ada kata terlalu dini untuk mulai menjalani gaya hidup sehat.
Perubahan kecil dari mengurangi gaya hidup tidak sehat yang dilakukan sekarang bisa membawa dampak besar bagi kesehatan di masa depan.






