Untuk mewujudkan hal itu, Asmawa Tosepu mengajak seniman dan budayawan lokal memberikan masukan mengenai simbol-simbol budaya yang dapat diterapkan di Puncak.
Ia juga berharap, seluruh wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kompleks pemerintahan, dapat mengintegrasikan unsur budaya Sunda dalam arsitektur dan lingkungan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Minta Anggota Korpri Jaga Netralitas di Pilkada 2024
Dengan demikian, wisatawan tak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga bisa merasakan kekayaan budaya setempat.
Di samping penataan wisata, Asmawa Tosepu juga berperan dalam menyelesaikan masalah lalu lintas akibat truk tambang di Parungpanjang. Ia mengoptimalkan kantong parkir truk guna mendukung pembatasan jam operasional.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan antara pengusaha tambang, pengemudi truk, dan masyarakat sekitar.
“Kami ingin agar masyarakat lokal yang bergantung pada sektor tambang tetap bisa bekerja tanpa mengganggu kepentingan umum,” tambahnya.
Meskipun menyadari bahwa masih ada pekerjaan yang belum sempurna, Asmawa Tosepu berharap penggantinya dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan.
Baca Juga: Waduh! Netralitas ASN Tempati Posisi 3 Dalam Indeks Kerawanan Pilkada dan Pemilu
“Agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.




