Selain hutan, Ciapus juga dikelilingi area persawahan dan perbukitan hijau.
Beberapa kafe memanfaatkan lanskap ini sebagai daya tarik utama.
Dari pagi hingga sore, pengunjung bisa menikmati perubahan cahaya matahari yang menyinari hamparan hijau, menciptakan suasana yang sangat fotogenik.
Menu yang ditawarkan umumnya sederhana namun akrab di lidah, mulai dari kopi lokal, teh herbal, hingga camilan tradisional.
Suasana ini sangat cocok untuk keluarga maupun pasangan yang ingin quality time.
3. Kafe di Kaki Gunung Salak dengan Udara Sejuk
Letak Ciapus yang berada di jalur Gunung Salak membuat sejumlah kafe memiliki panorama pegunungan yang langsung terlihat jelas.
Saat cuaca cerah, siluet Gunung Salak menjadi latar sempurna untuk menikmati secangkir kopi hangat.
Udara sejuk menjadi nilai tambah, terutama bagi pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya yang ingin menghindari panas kota.
Tak sedikit pengunjung yang datang sejak pagi untuk menikmati kabut tipis dan suasana sunyi.
4. Kafe Outdoor dengan Konsep Healing dan Meditasi
Konsep healing kini menjadi tren, dan Ciapus menjadi lokasi ideal untuk kafe dengan pendekatan ini.
Beberapa tempat menawarkan area duduk tenang, musik alam, bahkan kegiatan seperti yoga ringan atau meditasi mandiri.
Kafe dengan konsep ini biasanya tidak memasang musik keras, membatasi keramaian, dan mendorong pengunjung untuk benar-benar menikmati momen.






