INFOLADISHA – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melangsungkan Konsultasi Publik Review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (Rispam) di IPB International Convention Centre (IICC), Rabu (8/1/2025) siang.
Dalam acara tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, sebagai Keynote Speaker mengatakan, bahwa air menjadi kebutuhan dan hak dasar bagi semua warga, sehingga diperlukan upaya inovasi untuk tata kelola air secara terus-menerus.
Ia menambahkan, untuk itu, masalah air ini harus dikelola secara profesional dengan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan.
Hery juga memaparkan, ada beberapa tantangan yang terus dihadapi dalam penyediaan air minum, seperti ketersediaan air baku, aksesibilitas dan distribusi, pengelolaan, serta pembiayaan.
Hal lain yang menjadi tantangan adalah pembiayaan. Fiskal pemerintah daerah sangat terbatas karena harus mengalokasikan anggaran pada 36 urusan, baik wajib pelayanan dasar maupun penunjang.
Pun diperlukan pola kerja sama dengan pemangku kepentingan lain. Hal itu semua, paling tidak ada tujuh strategi, menurut Hery, yang bisa dilakukan ke depan.
“Yakni penguatan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, peningkatan akses masyarakat, penguatan kelembagaan dan SDM, penguatan regulasi dan kebijakan, serta pendanaan,” ucapnya.
Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan, Rivelino Rizky, mengatakan Review Rispam ini menampung beberapa masukan untuk pelayanan ke depan.






