“Tadi dibahas kebanyakan terkait dengan pembiayaan dan sumber air baku. Ini sangat terkait sekali dengan kami di Perumda Tirta Pakuan. Kita 87 persen tergantung pada air baku yang berasal dari Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung. Ada 13 persen yang tergantung pada mata air,” jelas Rivelino.

Oleh karena itu, Perumda Tirta Pakuan sangat membutuhkan dukungan dari banyak pihak, termasuk dalam hal pembiayaan. Dari total rencana selama 20 tahun ke depan, itu membutuhkan biaya yang tak mungkin semuanya dibebankan ke PDAM.
“Tidak mungkin semuanya dibebankan. Kita harus melalui dana PMP. Oleh karena itu, perlu ada alternatif pembiayaan lain,” katanya.
Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf, menambahkan bahwa dalam 20 tahun ke depan PDAM memiliki program yang harus dibantu pendanaannya. Untuk itu, dalam Review Rispam diundang pula mitra dari perumda, seperti Kementerian PUPR dan World Bank.
“Jadi, kalau tadi bicara terkait alternatif pembiayaan, tentunya ini lebih memudahkan dalam melakukan kerja sama dengan pihak-pihak eksternal dan lain-lain,” kata Ardani.




