Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan agresif 50 basis poin naik menjadi 8%, sementara mayoritas pelaku pasar tetap memperkirakan pemangkasan 25 bps bulan ini.

Ekonom Barclays menilai risiko perlambatan tenaga kerja semakin nyata, sehingga peluang pelonggaran moneter makin terbuka.
Barclays bahkan memproyeksikan tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025 yakni di September, Oktober, dan Desember.
Di sisi lain, tekanan politik terhadap The Fed makin terasa.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyerukan evaluasi atas independensi bank sentral, sementara Presiden Donald Trump dikabarkan menimbang calon pengganti Jerome Powell yang kerap dikritiknya.
Dengan rupiah melesat di tengah ketidakpastian global, pasar keuangan domestik untuk sementara bisa bernapas lega.
Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan The Fed dan stabilitas politik di Asia.






