• Sekring Tancap (Blade Fuse): Lebih modern, praktis, dan mudah diganti. Warnanya menunjukkan kapasitas arus, seperti merah (10A), biru (15A), atau hijau (30A).
Penting untuk tidak sembarangan memilih sekring. Salah pasang ukuran bisa berujung pada kerusakan.

Sekring yang terlalu besar tidak akan putus meski terjadi korsleting, sementara sekring yang terlalu kecil bisa putus meski dalam kondisi normal.
Kenapa Sekring Sering Putus?
Beberapa penyebab umum sekring cepat rusak antara lain:
• Lonjakan arus dari beban listrik berlebih.
• Pemasangan aksesori tambahan yang tidak sesuai.
• Kabel terkelupas atau korsleting.
• Kualitas sekring yang rendah.
• Lingkungan lembap yang mempercepat kerusakan.
• Komponen kelistrikan seperti kiprok atau starter yang bermasalah.
Tips Merawat Sekring Motor
Agar sistem kelistrikan tetap aman dan stabil, lakukan hal-hal berikut:
• Selalu sedia sekring cadangan yang sesuai spesifikasi motor.
• Periksa sistem kelistrikan secara berkala, terutama setelah motor dimodifikasi atau digunakan dalam kondisi ekstrem.
• Gunakan sekring berkualitas baik dan jangan tergoda harga murah.
• Bila sekring sering putus, periksa kondisi kabel dan aksesoris tambahan. Bisa jadi ada masalah tersembunyi.
Dengan memahami fungsi, jenis, dan cara merawat sekring, pengendara bisa lebih tenang saat di jalan. Ingat, komponen kecil ini bisa jadi penentu keselamatan kendaraan Anda.***





