Kesalahan lain muncul saat pemasangan sparepart dilakukan tanpa mengikuti prosedur yang benar.
Tidak sedikit pemilik motor menganggap penggantian komponen bisa dilakukan asal pasang.
Padahal presisi sangat menentukan.
Rem yang terpasang tidak akurat dapat mengurangi daya cengkeram.
Komponen yang kurang tepat posisinya juga bisa memicu getaran dan mempercepat keausan.
Pemasangan sebaiknya diserahkan kepada teknisi berpengalaman agar sesuai standar pabrikan.
Tren modifikasi dan penambahan aksesoris juga menyimpan risiko tersendiri.
Charger ponsel, lampu tambahan, hingga perangkat pemanas sering dipasang tanpa memperhitungkan beban kelistrikan.
Menghubungkannya langsung ke aki bisa membuat baterai cepat tekor.
Kabel yang tidak tertata rapi berpotensi menimbulkan korsleting.
Pemilik motor perlu memastikan aksesoris tidak mengganggu sistem kelistrikan, atau menyambungkannya ke jalur yang hanya aktif saat mesin menyala.
Kekeliruan sederhana seperti mur dan baut yang tidak terpasang presisi pun tak boleh disepelekan.
Baut terlalu longgar dapat membuat komponen terlepas saat motor berjalan.
Pada sistem pengereman atau setang kemudi, kelalaian ini bisa berakibat fatal.
Standar pengencangan sesuai spesifikasi pabrikan wajib diikuti.
Soal oli, kesalahan memilih jenis pelumas juga sering terjadi.
Tidak semua oli cocok untuk setiap mesin.





