INFOLADISHA – Banyak yang mungkin tak terbiasa mengganti sikat gigi secara rutin.
Beberapa di antaranya hanya mengganti sikat gigi jika bulu sikatnya sudah tampak rusak dan menimbulkan ketidaknyamanan.
Padahal, sikat gigi perlu diganti secara rutin.
Kedengarannya memang sepele, padahal kebiasaan buruk ini dapat berdampak buruk terhadap rongga mulut kita.
BACA JUGA : Ternyata Buah Ajaib Ini Sangat Bermanfaat Untuk Kesehatan Jantung
Menurut dokter gigi yang berbasis di New York City, Inna Chern, DDS kepada Well and Good, sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3-4 bulan sekali untuk menghindari kerusakan bulu sikat, kerusakan email, hingga pertumbuhan bakteri yang berlebihan.
Berikut sejumlah dampak yang terjadi jika jarang mengganti sikat gigi:
1. Menularkan penyakit
Melansir Bustle, jarang mengganti sikat gigi dapat membuat seseorang sakit.
Kemungkinan terserang penyakit, seperti pilek atau flu, dari sikat gigi kita sendiri memang kecil.
Namun, jika sikat gigi mengumpulkan banyak bakteri, virus lainnya dapat berkembang.
BACA JUGA : Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Kemenkes Luncurkan Platform SATUSEHAT
Flu, staph, strep, e-coli, dan jamur bisa berkembang di sikat gigi yang jarang diganti. Ini juga bisa saja menular ke anggota keluarga yang lain.
Sebaliknya, jika terbiasa menyimpan sikat gigi di tempat yang sama dengan anggota keluarga lain, sikat gigi kita juga berpotensi menangkap virus dan bakteri dari sikat gigi mereka.






